Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) secara administratif berada di Jalan Tentara Pelajar, Dusun Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum memasuki Jalan Tentara Pelajar, kita berada di jalan Mgr. Soegijapranata yang membentang dari museum Palagan sampai desa Ngampin.

Secara geografis, GMKA terletak di perbukitan sebelah selatan lereng Gunung Ungaran. Pepohonan nan rimbun masih begitu lebat menghiasi wajah bukit ini. Dari lereng inilah tampak hamparan Kota Ambarawa, lembah yang berupa bentangan sawah dan kilauan air Rawa Pening dengan pemandangan yang sangat indah dan mempesona.

Berdiri di depan gerbang kompleks GMKA dan memandang nan jauh ke arah selatan, tampak Kota Ambarawa berlatar belakang Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu. Bila malam hari tiba, pemandangan berubah menjadi gemerlap lampu-lampu aneka warna. Dari gerbang ini pula terlihat menara Gereja Jago atau Gereja Santo Yusuf Ambarawa.

Di sebelah Gua Maria ada jalan lintas ke desa lain, dan saat ini dapat dilewati kendaraan bermotor maupun angkutan desa menuju tempat wisata Candi Gedong Songo. Angkutan ini juga merupakan sarana transportasi bagi peziarah yang datang dengan berkendara bus. Peziarah biasanya turun di terminal Ambarawa, dan berganti naik angkutan desa. Meski dilewati angkutan umum, keheningan suasana di kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa masih tetap terjaga.

Peziarah pejalan kaki bisa sekaligus melakukan doa Jalan Salib yang dimulai dari Pasturan Paroki Santo Yusuf Ambarawa sebagai stasi (perhentian) I. Selanjutnya doa Jalan Salib dilakukan dengan menyusuri persawahan, rumah penduduk, dan perladangan. Ada sekitar 1,2 km jarak yang ditempuh oleh para peziarah yang ber-Jalan Salib. Perjalanan melalui jalur ini memang terasa cukup melelahkan. Namun, perjalanan ini terasa sangat sakral apabila peziarah dapat melaksanakan Jalan Salib dengan bersungguh hati.

Gua Maria Kerep Ambarawa berbeda dengan Gua Maria di tempat lain yang berdiri di sekitar sumber air. GMKA berada di pekarangan yang agak tinggi dan tandus. Sumber air yang ada di pekarangan ini ditemukan pada tahun 90-an dengan kedalaman sekitar 100 meter di bawah tanah.